Tuesday, November 23, 2010

TAKHRIJ HADIS


TAKHRIJ HADIS DAN PERMASALAHANNYA

Selengkapnya Download > DISINI

A.     PENGERTIAN, SEJARAH, DAN URGENSI TAKHRIJ HADIS
a.    Pengertian Takhrij Hadis
Kata takhrij berasal dari bahasa arab yang berarti mengeluarkan sesuatu dari tempat. Dan dapat digunakan beberapa arti, mengeluarkan (istinbath). Pengertian takhrij menurut ahli hadis memiliki tiga macam pengertian:
1.    Usaha mencari sanad hadis yang terdapat dalam kitab hadis karya orang lain, yang tidak sama dengan sanad yang terdapat dalam kitab tersebut.
2.    Suatu keterangan bahwa hadis yang dinukilkan kedalam kitab susunannya itu terdapat dalam kitab lain yang telah disebutkan nama penyusunnya.
3.    Suatu usaha mencari derajad, sanad, dan rowi hadis yang tidak diterangkan oleh penyusun atau pengarang suatu kitab.

b.    Sejarah Takhrij Hadis
Dalam sejarah dan bahkan sampai saat ini, ada sekelompok kecil orang-orang yang mengaku diri mereka sebagai orang Islam, tetapi mereka menolak hadis atau sunah Rosulullah sebagai sumber ajaran Islam. Mereka dikenal sebagai orang-orang yang berpaham inkarus sunah. Cukup banyak alasan yang mereka ajukan untuk menolak hadis nabi sebagai sumber ajaran Islam. Alasan-alasan yang mereka ajukan ada yang berupa dalil-dalil naqli, dalil-dalil aqli, argumen-argumen sejarah dan lai-lain. Dengan meyakini bahwa hadis Nabi merupakan bagian dari sumber ajaran Islam, maka peneliti hadis khususnya hadis ahad sangat penting. Penelitian itu dilakukan untuk menghindari dari pemakaian dali-dalil hadis yang tidak dapat dipertanggung jawabkan sebagai suatu yang berasal dari Rasulullah SAW. Sekiranya hadis Nabi hanya berstatus data sejarah belaka, niscaya penelitian hadis tidak begitu penting.
Nabi pernah melarang para sahabat untuk menulis hadis beliau. Dalam pada itu Nabi juga pernah menyuruh para sahabat untuk menulis hadis beliau. Dengan demikian, hadis nabi yang berkembang pada zaman Nabi banyak berlangsung secara hafalan daripada tulisan. Hal itu berakibat bahwa dokumentasi hadis secara tertulis belum mencakup seluruh hadis yang ada. Dengan tidak tertulisnya hadis secara menyeluruh maka terjadilah berbagai pemalsuan hadis. Dari berbagai alasan itu dilakukan penelitian tentang keabsahan hadis yang nantinya akan dihasilkan hadis yang benar-benar shoheh.

c.     Urgensi Takhrij Hadis
Urgensi utama dari takhrij hadis menurut Hadi: 1994, 4 adalah bertujuan menunjukkan sumber hadis-hadis dan menerangkan ditolak atau diterimanya hadis-hadis tersebut. Sedangkan menurut Zuhri: 1997, 150 tujuan takhrij hadis adalah:
1.    menjelaskan tentang hadis kepada orang lain dengan menyebutkan para periwayat dalam sanad hadis tersebut.
2.    mengeluarkan dan meriwayatkan satu hadis dari beberapa kitab, atau guru, atau teman.
3.    menunjukkan kitab-kitab sumber hadis, yakni menyebutkan letak sebuah hadis dalam berbagai kitab yang didalamnya ditemukan hadisnya secara lengkap dengan sanad masing-masing.
Kegunaan takhrij menurut Kahhan: 1995,7 adalah mengetahui tempat hadis pada sumber aslinya yang mula-mula dilarang oleh para imam ahli hadis. Sedangkan menurut Hadi: 1994, 5 kegunaan takhrij meliputi:
1.    Memperkenalkan sumber-sumber hadis, kitab-kitab asal dimana suatu hadis berada beserta ulama yang meriwayatkannya.
2.    Takhrij dapat menambah perbendaharaan sanad hadis-hadis melalui kitab-kitab yang ditunjukinya.
3.    Takhrij dapat memperjelas keadaan sanad.
4.    Takhrij memperjelas hukum hadis dengan riwayatannya.
5.    Dengan takhrij kita dapat mengetahui pendapat-pendapat para ulama sekitar hukum hadis.
6.    Mengetahui seluruh riwayat syahid dan mutabinya
Sahid     : saksi primer penguat saksi primer lain
Mutabi   : saksi penguat sekunder

B.     MACAM-MACAM METODE TAKHRIJ HADIS
Menunjukkan hadis dari sumber-sumber asalnya lengkap dengan sanad dan matannya.
Sumber-sumber asli hadis
-         Kitab hadis pokok/primer: Kutubus-Sittah, Al-Muwatho’, dll.
-         Kitab hadis tabi’i/sekunder: Nukilan/ringkasan.
Contoh: Athrof al-Jam’u, dll.
Manfaat:
-         Melacak hadis dari sumber asli lengkap dengan variasi sanad dan matannya